Selasa, 16 Oktober 2012

Materi 1 Bab 1 Pengelola dalam lingkungan bisnis dinamis : Mengambil resiko dan menghasilkan laba

Disini saya akan memberikan sedikit ilmu saya tentang Pengantar ekonomi dan bisnis untuk semester pertama dari buku Nickles McHugh McHugh 

Bab 1 Mengelola dalam lingkungan bisnis dinamis Mengambil Risiko dan Menghasilkan Laba ^ ^



Bisnis dan Kewirausahaan: Pendapatan, Laba, dan Kerugian

      Michele Hoskins hanyalah satu dari ribuan orang yang telah belajar bahwa salah satu cara terbaik untuk mencapai keberhasialan di Amerika atau hampir diseluruh dunia yaitu dengan memulai sebuah Usaha..


  • Usaha atau Bisnis (Business) adalah sebuah aktivitas apapun yang berusaha untuk menyediakan barang dan jasa kepada pihak-pihak lain saat mengoperasikannya untuk mencapai laba.
  • Laba (Profit) adalah Jumlah uang yang diperoleh sebuah bisnis selain dari jumlah yang dikeluarkan untuk gaji dan biaya-biaya lain.
  • Pengusaha (Enterpreneur) adalah Orang yang mempertaruhkan waktu dan uang nya untuk memulai dan mengelola sebuah bisnis.

Menyesuaikan Risiko dengan Laba 

Di setiap kita membuka atau memulai sebuah usaha pastinya kita akan tahu apa yang di maksud oleh Pendapatan, Kerugian, dan Risiko ..


  • Pendapatan (Revenue) adalah Jumlah total uang yang didapat sebuah bisnis dalam satu periode tertentu dengan menjual barang dan jasa.
  • Kerugian (Loss) adalah Saat biaya-biaya sebuah bisnis melebihi pendapatannya.
  • Risiko (Risk) adalah peluang seorang pengusaha kehilangan waktu dan uang dalam sebuah bisnis yang mungkin nantinya terbukti tidak menguntungkan.

Bisnis Meningkatkan Standar Kehidupan dan Kualitas Hidup.

Pengusaha seperti Sam Walton (Wal-Mart) dan Bill Gates (Microsoft) mereka tidak hanya menjadikan diri mereka kaya raya dengan memulai bisnis yang sukses, mereka juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Wal-Mart merupakan pemberi kerja swasta terbesar di Amerika Serikat. Selain di luar negeri juga ada di Indonesia :) para pengusaha memberi lapangan pekerjaan kepada orang lain untuk meningkatkan standar kehidupan dan kualitas kehidupan ..


  • Standar kehidupan (standard of living) Merujuk pada jumlah barang dan jasa yang dapat dibeli orang dengan uang yang mereka miliki.
  • Kualitas Kehidupan (quality of life) Merujuk pada kesejahteraan masyarakat secara umum dalam kebebasan berpolitik, lingkungan hidup alami yang menuju pada kepuasaan dan kesenangan.


Menanggapi berbagai Pemangku Kepentingan dalam bisnis

Arti Pemangku Kepentingan (Stakeholders) yaitu semua orang yang mungkin memperoleh keuntungan atau kerugian dari kebijakan-kebijakan dan aktivitas-aktivitas suatu perusahaan.
Pemangku kepentingan meliputi :


  1. Pelanggan 
  2. Bankir
  3. Pemasok
  4. Pemimpin Pemerintah
  5. Karyawan
  6. Diler
  7. Pemerhati Lingkungan
  8. Masyarakat sekitar
Pengontrakan keluar (Outsourcing) : Menugaskan berbagai fungsi seperti akuntansi, produksi, keamanan, pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan hukum kepada organisasi lain.




Memakai prinsip-prinsip Bisnis dalam Organisasi Nirlaba.

Organisasi Nirlaba (Nonprofit organizations) adalah suatu organisasi yang tujuan-tujuannya tidak mencakup menciptakan laba pribadi bagi pemilik atau pengelolanya.
Organisasi Nirlaba sering kali berusaha mencapai keuntungan finansial, tetapi keuntungan-keuntungan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan sosial atau pendidikan dari organisasi dan bukannya untuk keuntungan Pribadi.
Contohnya Organisasi Nirlaba :

  1. Sekolah Umum
  2. Asosiasi Sipil
  3. Lembaga Amal
  4. Kelompok kemasyarakatan.
Penguasaha Sosial (Sosial Enterpreneurs) adalah orang-orang yang menggunakan prinsip-prinsip bisnis untuk memulai dan mengelola organisasi-organisasi nirlaba dan membantu negara mengatasi masalah-masalah sosial.


Pentingnya Pengusaha bagi Penciptaan kekayaan. 

Para ahli ekonomi telah mempelajari masalah penciptaan kekayaan selama bertahun-tahun. dan mereka memulai mempelajari sumber-sumber pontensial kekayaan untuk menentukan mana yang paling penting.
mereka menyebutkannya Faktor-faktor produksi (factors of production)
lima faktor produksi yaitu :

  1. Tanah (atau sumber-sumber daya alami)
  2. Tenaga kerja (para pekerja)
  3. Modal (mesin,peralatan,gedung, atau apapun juga yang digunakan untuk memproduksi barang)
  4. Kewirausahaan
  5. Pengetahuan

LINGKUNGAN BISNIS

Lingkungan bisnis terdiri dari faktor-faktor sekitar yang dapat membantu atau menghambat perkembangan bisnis.
    Lima Unsur dalam Lingkungan Bisnis :

  1. Lingkungan Ekonomi dan Hukum
  2. Lingkungan Teknologi
  3. Lingkungan Persaingan 
  4. Lingkungan Sosial
  5. Lingkungan Bisnis global


Penjelasan dari Lima unsur Lingkungan Bisnis yaitu :
  • Lingkungan Ekonomi dan Hukum
  Orang bersedia memulai bisnis baru jika mereka percaya bahwa resiko kehilangan uang mereka tidaklah besar, sebagian dari resiko tersebut mencakup sistem perekonomian dan bagaimana pemerintah bekerjasama dengan atau menentang bisnis. Pemerintah dapat melakukan banyak hal untuk mengurangi resiko memulai bisnis dan dengan demikian meningkatkan kewirausahaan dan kekayaan.

  • Lingkungan Teknologi
  Menggambarkan bagaimana lingkungan teknologi telah mempengaruhi bisnis.
  Teknologi memungkinkan para pekerja untuk menjadi lebih efisien, efektif dan produktifitas.

  • Lingkungan Persaingan 
  Menganalisis berbagai cara bisnis dapat menghadapi dan mengalahkan persaingan.
^ Layangan Pelanggan
^ Pengakuan para pemegang kepentingan
^ Layanan karyawan
^ Kepedulian terhadap lingkungan

  • Lingkungan Sosial
  Memungkinkan bagaimana lingkungan sosial telah berubah dan menyatakan bagaimana reaksi dari komunitas bisnis.
^ Keragaman
^ Perubahan Demografis

^ Perubahan Keluarga

  • Lingkungan Global
^ Negara-negara yang menimbulkan tantangan.
^ Dampak perang dan terorisme.





ARTIKEL BAB1 Mengelola Dalam lingkungan Bisnis Dinamis: Mengambil Resiko dan Menghasilkan Laba


pada saat ini  era dimana semakin dinamisnya lingkungan bisnis dan keuangan,
maka, kebutuhan terhadap sistem pengelolaan kinerja yang dinamis otomatis juga menjadi kebutuhan. Sebuah framework sistem pengelolaan kinerja seharusnya merupakan sistem yang dinamis yang mampu beradaptasi secara fleksible terhadap perubahan lingkunganbisnis.Tujuannya adalah untuk membangun sebuah sistem pengukuran kinerja baru yang bersifat dinamis terhadap perubahan bisnis. Penelitian tersebut mengevaluasi sistem pengukuran kinerja berdasarkan pada faktor tipe pengukuran,aspek, dan dimensinya. Faktor-faktor tersebut adalah finansial, Customer, keterkaitan terhadap produk atau prose, kompetitor, sumber daya (infrastructure), agility/fleksibiltas, learning & growth/ innovation, Employee/people, Strategy/Vision.Lingkungan yangdinamis harus memiliki karakteristik artibut sebagai berikut:

1. Harus mampu memberikan gambaran bisnis yang seimbang (balanced).
2. Mampu memberikan pandangan yang ringkas terhadap kinerja organisasi.
3. Harus multidimensional
4. Komprehensif
5. Mampu menyediakan integrasi secara vertikal maupun horizontal
6. Teringrasi dengan proses-proses bisnis
7. Mampu mengukur hasil serta pemicu kinerja.
8. Merupakan sistem yang dinamis
9. Mampu memperkaya pembelajaran & pertumbuhan
10. Harus konsisten dengan teknik-teknik manajemen dan prakarsa-prakarsa penyempurnaannya.
11. Harus lebih bisa dianggap lebih berpotensi
12. Harus proaktif atau menjemput bola dalam istilah sekarang



sumber : http://sugeng12.blog.perbanas.ac.id/2011/09/07/mengelola-dalam-lingkungan-bisnis-dinamis-mengambil-resiko-dan-menghasilkan-laba/

1 komentar: