Rabu, 31 Oktober 2012

Materi ke 5 (Bab 7) : Manajemen, Kepemimpinan, dan Perberdayaan Karyawan


Peranan Manajer Sedang Berubah

Manajer harus mempraktikkan seni menyelesaikan pekerjaan melalui sumber-sumber organisasional (misalnya : pekerja, sumber daya finansial, informasi, dan perlengkapan)

Tujuan manajer untuk karyawannya : 
Manajer bertujuan untuk membimbing, melatih, mendukung, memotivasi, dam mendampingi karyawan alih-alih memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan.
Arti dari semua ini adalah :  
Secara umum, manajemen sedang mengalami revolusi. manager dimasa yang akan datang kemungkinan akan bekerja dalam tim dan akan menerima peran yang sama sekali berbeda dalam perusahaan. Dan mereka akan menuntut orang dengan jenis baru (koordinator, komunikasi ulung, permain tim serta perencana, organisator dan penyelia)
 Fungsi Manajer
Tugas Manajer :
* Memberikan arahan kepada organisasi mereka. 
* Memberikan kepemimpinan.
* Memutuskan bagaimana menggunakan sumber-sumber daya.
Pengertian manajemen : Proses yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional melalui perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian orang dan sumber-sumber daya organisasional lainnya.
Tujuan Organisasional Melalui : 
  • Perencanaan : Fungsi manajemen yang meliputi antisipasi terhadap tren dan penentuan strategi dan taktik terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasional.
  • Pengorganisasian : Fungsi manajemen yang meliputi perencangan struktur organisasi dan penciptaan kondisi dan sistem di mana setiap orang dan setiap hal bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
  • Kepemimpinan : Menciptakan visi untuk organisasi dan mengomunikasikan, membimbing, melatih, dan memotivasi orang lain untuk bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
  • Pengendalian : fungsi manajemen yang melibatkan penetapan standar yang jelas untuk menentukan apakah sebuah organisasi mengalami kemajuan terhadap tujuan dan sasarannya, memberi ganjaran kepada orang-orang untuk melakukan pekerjaan yang baikm dan mengambil tindakan korektif jika tidak.

Perencanaan : Menciptakan Visi berdasarkan pada Nilai 


  • Visi (Vision) : Penjelasan yang luas atas mengapa organisasi tersebut eksis dan ke mana arah yang dituju organisasi tersebut.


  • Pernyataan Misi (Mission Statement) : Uraian mengenai tujuan mendasar dari sebuah organisasi.\

Sebuah pernyataan misi harus menyinggung :
  1. Konsep diri organisasi.
  2. Filosofi dan tujuan perusahaan.
  3. Daya tahan jangka panjang.
  4. Kebutuhan pelanggan.
  5. Tanggung jawab sosial.
  6. Sifat dari produk atau jasa perusahaan.
  • Tujuan (Goals) : Pencapaian luas jangka panjang yang ingin dicapai sebuah organisasi
  • Sasaran : Pernyataan spesifik jangka pendek yang memerinci bagaimana cara mencapai tujuan organisasi.
  • Analisis SWOT (SWOT Analysis) : Sebuah alat perencanaan yang digunakan untuk menganalisis kekuatan(strengths), Kelemahan(weaknesses), Kesempatan(opportunities), dan ancaman(threats) organsasi.
BENTUK-BENTUK PERENCANAAN.
  1. Perencanaan Strategis : Penetapan tujuan luas dan jangka panjang oleh manajer puncak.
  2. Perencanaan Taktis : Identifikasi sasaran spesifik dan jangka pendek oleh manajer tingkat lebih rendah.
  3. Perencanaan Operasional : Penetapan standar dan jadwal kerja.
  4. Perencanaan kontigensi : Rencana cadangan jika rencana utama gagal.

Pengambilan Keputusan: Menemukan alternatif Terbaik.
* Pengertian pengambilan keputusan : Memilih di antara dua alternatif atau lebih.

* Langkah ini dapat diingat sebagai 7M dari pengambilan keputusan :
  1. Mendefinisikan situasi
  2. Mendiskripsikan & mengumpulkan informasi yang dibutuhkan
  3. Mengembangkan alternatif
  4. Mengembangkan persetujuan di antara yang terlibat
  5. Memutuskan alternatif mana yang terbaik
  6. Melakukan apa yang diindikasikan
  7. Menentukan apakah keputusan tersebut adalah keputusan yang baik dan melanjutkannya.


PENGORGANISASIAN: MENCIPTAKAN SEBUAH SISTEM YANG PADU.

  • Bagan Organisasi (Organization Chart) : Sebuah alat visual yang memperlihatkan hubungan antarorang dan membagi pekerjaan organisasi; bagan organisasi memperlihatkan siapa yang bertanggung jawab untuk penyelesaian pekerjaan tertentu dan siapa yang melapor kepada siapa.

  • Tingkatan tingkatan manajemen :
  1. Manajemen Puncak (Top Management) : Manajemen tingkat tertinggi, terdiri dari atas president dan eksekutif perusahaan penting lainnya yang mengembangkan rencana strategis.
  2. Manajemen Menengah (Middle Management) : Tingkat manajemen yang meliputi general manager, manajer divisi, dan manajer cabang dan pabrik yang bertanggung jawab untuk perencanaan taktis dan pengendalian.
  3. Manajemen penyelia (Supervisory Management) : Manajer yang secara langsung bertanggung jawab untuk mengawasi pekerja dan mengevaluasi kinerja harian mereka.
  4. Non-Penyelia : Karyawan.
Tugas dan Keterampilan pada Tingkat Manajemen yang Berbeda

Orang yang terlatih untuk menjadi seorang manajer yang baik. Namun, biasanya semakin jauh seseorang menaiki tangga manajerial, keterampilan pekerjaan dari orang tersebut semakin tidak penting. Pada puncak tangga, kebutuhannya adalah untuk orang merupakan visioner, perencanaan, organisator koordinator, komunikator, pembangun moral, dan motivator.
Seorang manajer harus memiliki 3 kategori keterampilan, yaitu :

  1. Keterampilan Teknis (Technical skills) : yang melibatkan kemampuan untuk melakukan tugas dalam disiplin tertentu atau departement tertentu.
  2. Keterampilan Hubungan Manusia (Human Relations Skills) : Yang melibatkan komunikasi; keterampilan ini memungkinkan manajer untuk bekerja melalui dan bersama orang-orang.
  3. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skills) : Yang melibatkan kemampuan untuk menggambarkan organisasi sebagai satu keseluruhan dan hubungan antar berbagai bagiannnya.
Pengisian staf: Mendapatkan dan mempertahankan orang yang tepat.


  • Merekrut
  • Memperkerjakan
  • Memotivasi
  • Mempertahankan pekerjaan yang terbaik.
Kepemimpinan: Menyediakan Visi dan nilai secara terus-menurus
Kepemimpinan menciptakan visi untuk diikuti orang lain, dengan menetapkan nilai etika, korporat, dan mengubah cara organisasi melakukan bisnis dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi,
Seorang manajer harus dengan melakukan, tidak hanya dengan mengatakan. Namun pemimpin harus:

  1. Mengomunikasikan visi dan membuat orang lain mengikuti visi tersebut.
  2. Menetapkan nilai Korporat.
  3. Mempromosikan etika korporat.
  4. Merangkul Perubahan.
Gaya Kepemimpinan.
Beberapa gaya kepemimpinan yang paling umum, yakni :
  1. Kepemimpinan Otokratis.
  2. Kepemimpinan Partisipatif.
  3. Kepemimpinan Free-rein.
Pengendalian: Memastikan Keberhasilan. 
Pengertian : fungsi pengendalian melibatkan pengukuran kinerja secara relatif terhadap dan standar yang direncanakan, memberi ganjaran kepada orang-orang untuk pekerjaan yang dilaksankan dengan baik, dan kemudian mengambil tindakan korektif jika diperlukan.
Pengendalian terdiri atas 5 langkah :
  • Menetapkan standar kinerja yang baik.
  • Memantau dan merekam kinerja aktual.
  • Membandingkan hasil.
  • Mengkomunikasikan hasil.
  • Mengambil tindakan korektif.

Satu cara untuk membuat sistem pengendalian bekerja, adalah: untuk menetapkan prosedur yang jelas untuk memantau kinerja.


Sebuah Kriteria Pengukuran baru : Kepuasan pelanggan.
Untuk mengukur keberhasilan dalam perusahaan, yang diperorientasikan adalah kepuasaan pelanggan.
Meliputi: * Pelanggan Eksternal
              * Pelanggan Internal.



ARTIKEL BAB 7: MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN dan PEMBERDAYAAN KARYAWAN

TEORI KEPEMIMPINAN
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
Ø Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. 
Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Ø Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
Ø Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Ø Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Ø Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi , kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Diantara beberapa gaya kepemimpinan, terdapat pemimpin yang positif dan negatif, dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Apabila pendekatan dalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomis maupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif. Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment, berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Pendekatan kedua ini dapat menghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkan kerugian manusiawi.
Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya.
ü Otokratis
Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.
ü Partisipasif
Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.
ü Demokrasi
Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.
ü Kendali Bebas
Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.
seorang pemimpin perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :
Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi.
Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.
Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315).
Peran pertama meliputi :
ü Peran Figurehead ® Sebagai simbol dari organisasi
ü Leader® Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya
ü Liaison ® Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.
Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :
ü Monitior ® Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.
ü Disseminator ® Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.
ü Spokeman ® Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luar organisasinya.
 
Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :
ü Enterpreneur ® Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.
ü Disturbance Handler ® Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun.
ü Resources Allocator ® Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, dan mengesahkan.




http://ekosulianto.blog.perbanas.ac.id/2011/10/02/artikel-bab7-manajemen-kepemimpinan-dan-pemberdayaan-karyawan/



Sekian untuk Bab 7 atau materi 5 ini :D semoga post tentang Mata Kuliah Pengantar Bisnis Berguna untuk semua.. thanks sudah berkunjung guys :)
see you next my post :* ^ ^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar