- Berfokus pada pelanggan.
- Mempertahankan hubungan erat dengan pemasok dan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
- Mempraktikkan pengembangan yang kontinu.
- Berfokus pada kualitas.
- Menghemat biaya melalui seleksi tempat.
- Mengandalkan Internet untuk menyatukan perusahaan-perusahaan.
- Menggunakan teknik produksi yang baru.
- Produksi (Production) : Pembuatan barang dan jasa yang sudah jadi dengan menggunakan faktor-faktor produksi; Tanah, tenaga kerja, modal, kewirausahaan, dan pengetahuan.
- Manajemen Produksi (Production Management) : Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan para manajer untuk membantu perusahaan mereka membuat barang.
- Manajemen Operasi (Operations Management) : Area khusus di dalam manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber (termasuk sumber manusia) menjadi barang dan jasa.
Manajemen operasi dalam industri jasa yaitu menyangkut dalam menciptakan pengalaman yang bagus bagi mereka yang menggunakan layanan ini.Proses Produksi.
- Form Utility (Form Utility) : Nilai yang ditambahkan dengan pembuatan produk dan jasa yang sudah jadi, seperti nilai yang ditambahkan dengan penggunaan silikon dan pembuatan chip komputer atau penggabungan layanan untuk menciptakan paket liburan.
- Manufaktur proses (Process Manufacturing) : Bagian proses produksi yang secara fisik atau kimiawi mengubah bahan.
- Proses Perakitan (Assembly Process) : Bagian proses produksi uang menyatukan komponen-komponen.
- Proses yang Berkelanjutan : Proses produksi dimana produksi yang lama berjalan dan menghasilkan barang jadi berkali-kali.
- Proses Sebentar-sebentar (Intermittent process) : Proses produksi di mana jumlah produksi sedikit dan mesin sering diubah untuk membuat produk-produk yang berbeda.
Kebutuhan untuk Meningkatkan Teknik Produksi dan Menghemat Biaya.
- Manufaktur dan desain yang dibantu dengan komputer
- Manufaktur yang dibantu dengan komputer (Computer-aided manufacturing-CAM)
- Manufaktur yang diintegrasi oleh komputer (Computer-integrated manufacturing-CIM)
- Manufaktur yang fleksibel (Flexible manufacturing)
- Manufaktur yang ramping
- Penyesuaian Massa.
Perencanaan Manajemen Operasi
- Lokasi Fasilitas (Facility Location): Proses pemilihan lokasi geografis untuk operasi perusahaan.
- Lokasi Fasilitas untuk Para Pemanufaktur.
- Membawa Manajemen Operasi ke Internet.
- Lokasi Fasilitas di Masa Depan.
- Tata Ruang Fasilitas (Facility Layout): Susunan fisik sumber (termasuk orang-orang) dalam proses produksi.
- Perencanaan Persyaratan Bahan (Materials Requirement planning-MRP): Sistem manajemen produksi berbasis komputer yang menggunakan ramalan penjualan untuk memastikan bahwa bagian-bagian dan bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia pada waktu dan tempat yang tepat.
- Pembelian (Purchasing): Fungsi dalam sebuah perusahaan yang mencari sumber bahan berkualitas, menemukan pemasok terbaik, dan menegosiasikan harga terbaik untuk barang dan jasa.
- Kontrol Inventaris yang Tepat pada Waktunya (just in time (JIT) Inventory control): Proces produksi di mana inventaris minimum disimpan di dalam gudang serta bagian, persedian, dan kebutuhan lain dikirimkan tepat pada waktunya ke lini perakitan.
- Kontrol Kualitas (quality control): Secara konsisten memproduksi apa yang diinginkan pelanggan sementara mengurangi kesalahan sebelum dan setelah pengiriman ke pelanggan.
Produk diselesaikan dan kemudian diuji. Ini mengakibatkan beberapa masalah :
- Ada kebutuhan untuk menginspeksi pekerjaan orang lain. Dibutuhkan ekstra orang dan sumber.
- Apabila ditemukan kesalahan, seseorang harus membetulkan kesalahan atau membatalkan produk tersebut. ini, tentu saja mahal.
- Apabila pelanggan menemukan kesalahan, ia dapat merasa tidak puas dan bahkan dapat membeli dari orang lain setelahnya.
.jpg)
- ISO 9000 : Nama umum yang diberikan untuk manajemen yang berkualitas dan standar yang terjamin.
- ISO 14000 : Kumpulan praktik terbaik untuk mengelola pengaruh organisasi terhadap lingkungan.
ARTIKEL BAB 9: MEMPRODUKSI BARANG dan JASA KELAS DUNIA
Pengertian Produksi
Yaitu suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi
keluaran atau output.
Dalam arti sempit produksi adalah kjegiatan yang menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.
Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan tersebut
Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang
menunjang yaitu :
a. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
b. Revolusi industri
c. Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja
PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI
I. Pengertian Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
II. Jenis-Jenis Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002). Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermettent processes).
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).
Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti: (1) volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut (Yamit, 2002):
1. Proses produksi terus-menerus
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
2. Proses produksi terputus-putus
Produk diperoleh dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses,sehingga lebih banyak memerlukan persediaaan barang dalam proses.
3. Proses produksi campuran
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
Kegiatan pertukaran barang dan jasa antara Indonesia dan luar negeri
Secara umum pertukaran barang dan jasa antara satu negara dengan negara lain dilakukan dalam bentuk kerjasama antar lain:
1. Kerjasama Bilateral
kerjasama bilateral adalah kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara dalam pertukaran barangdan jasa.
2. Kerjasama regional
kerjasama regional adalah kerjasama yang dilakukan dua negara atau lebih yang berada dalam satu kawasan atau wilayah tertentu.
kerjasama regional adalah kerjasama yang dilakukan dua negara atau lebih yang berada dalam satu kawasan atau wilayah tertentu.
3. Kerjasama multilateral
kerjasama multilateral adalah kerjasama yang dilakukan oleh lebih dua negara yang dilakukan dari seluruh dunia.
Manfaat kegiatan ekspor dan impor
Berikut ini manfaat dari kegiatan ekspor dan impor
1. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Pendapatan negara akan bertambah karena adanya devisa.
3. Meningkatkan perekonomian rakyat.
http://nazilahalbugis.blog.perbanas.ac.id/category/artikel-bab-9-memproduksi-barang-dan-jasa-kelas-dunia/
Cukup sekian untuk Bab Memproduksi barang dan jasa kelas dunia saya jelaskan ^ ^
Tunggu Penjelasan Bab selanjutnya guys =)) next post **==>
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar